Slum Improvement Project in Dhaka Metropolitan City


Field Trip Report to Karang Tengah Village

Introduction

Desa Karang Tengah memiliki kondisi alam berupa pegunungan tandus dan potensi alamnya belum disadari oleh penduduk setempat. Desa Karang Tengah terletak di Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, D.I Yogyakarta. Pada musim kemarau, udara di sekitar desa sangat berdebu, sedangkan pada musim penghujan penuh lumpur. Infrastruktur yang ada di desa ini belum bisa mengatasi masalah-masalh tersebut, karena infrastruktur jalan raja beraspalt belum ada. Kepemilikan tanah belum jelas karena seluruh tanah di desa ini diakui masih milik keraton. Penduduk setempat hanyalah buruh tani dan penggarap lahan dan hasilnya diberikan untuk keraton.

Pada tahun 1970-an, sultan dan putri pertamanya Gusti Pembayun melaksanakan program reboisasi dengan jenis tanaman Lamtoro merah, tetapi program ini tidak lama karena kurang berhasil. Kemudian dilanjutkan dengan reboisasi dengan pohon akasia pada tahun 1980-an, tetapi Akasia menyerap banyak air, sedangkan desa ini kekurangan air, sehingga program tersebut juga tidak berhasil.

Pada tahun 1990-an, kaum akademisi tertarik untuk melakukan penelitian dan upaya perbaikan infrastruktur desa. Karena sebelumnya, kondisi infrastruktur desa ini sangat buruk, yaitu tidak adanya instalasi listrik, PDAM, jalan berlumpur dan belum beraspalt.  Upaya pembangunan infrastruktur dan masyarakat desa yang dilakukan adalah dengan bantuan dana 1,3 Milyar, instalasi listrik dan jalan aspalt dibangun. Selain itu untuk meningkatkan taraf hidup dan menciptakan pertukaran infomasi, maka dilaksanakan program Transmigrasi Lokal (Translok) dengan jumlah warga yang telibat pada tahap I 50 KK dan tahap ke II 50 KK. Peserta Trasnlok adalah warga asli Karang Tengah sebagian besar dan sebagian kecil dari kecamatan Imogiri. Masyarakat membuka diri terhadap informasi dan kerjasama dengan pihak asing. Gusti Pembayun melibatkan pihak asing seperti Royalsilk, sebuah perusahaan pemintal sutera dari Jepang. Hal ini dilakukan karena penduduk setempat belum memiliki keahliandan teknologi memintal benang sutera. Selain itu, pihak BUMN seperti Garuda Airline yang berada di Tokyo, Jepang untuk melakukan program One Passanger One Tree khusus untuk warga negara Jepang yang melakukan perjalanan ke Yogyakarta sebagai retribusi. Hal ini juga dilakukan karena konsumen ulat sutera emas hasil pertanian penduduk desa Karang Tengah adalah negara Jepang. Dipastikan setiap tahun ada wisman yang berkunjung (target 1000/tahun).   

Object Description

Desa karang tengah berada di Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Secara administrasi desa Karang Tengah memiliki enam dusun yaitu:

  1. Numpukan
  2. Kemasan
  3. karang Tengah
  4. Pucung Growong
  5. Karangrejek
  6. Mojolegi

Kondisi infrastruktur di desa ini cukup baik. Jalan beraspalt telah menghubungkan tiap-tiap sudut desa menuju pusat pemerintahan dan ibukota kecamatan. Seluruh penduduk memiliki MCK pribadi. Kondisi ekonomi masyarakat dan sumber daya manusia baik, dilihat dari kegiatan ekonomi penduduk yang berubah dari buruh di kota menjadi pengusaha walaupun masih berskala kecil. Potensi alam yang menjadi komoditas dagang penduduk adalah jambu monyet yang diolah menjadi kacang mete, ulat sutera emas yang diolah menjadi batik sutera dan kerajinan tangan lainnya, kayu mahoni yang diolah menjadi perabot rumah tangga, dan pewarna alam yang didapat dari tanaman-tanaman sekitar.

Temuan lapangan dan pembahasan

Dengan integrasi potensi alam dan kualitas sumber daya manusia yang mandiri, maka desa Karang Tengah mengembangkandirinya sebagai Desa Ekowisata Karang Tengah. Untuk membuka akses dan menciptakan suasana yang nyaman sebagai objek wisata, maka fasilitas seperti home stay dan display untuk pameran hasil kerajinan masyarakat disediakan. Konsep desa agroekowisata yang ditawarkan oleh penduduk desa Karang Tengah adalah bagaimana mengembangkan daerah melalui promosi potensi alam setempat kepada khalayak luas yang dikemas secara modern untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.

Dari segi lingkungan, penduduk desa Karang Tengah benar-benar memanfaatkan bahan baku ramah lingkungan dan memafaatkan hasil alam secara maksimal. Komoditas alam yang coba diolah adalah buah jambu mete, kayu mahoni, ulat sutera, dan pewarna alam dari tanaman-tanaman alam. Awalnya, penduduk mengira bahwa ulat sutera yang hinggap di daun-daun pohon jambu mete adalah hama, sehingga dilakukan pembasmiann hama. Kemudian, setelah kaum akademisi masuk dan memberi informasi bahwa itu adalah ulat sutera dan kemudian memperkenalkan kegunaan dan peluang yang bisa dilakukan oleh penduduk setempat. Setelah itu, ulat sutera mulai dibudidayakan.

Dari segi sosial, telah tercipta suasana ramah dan gotong royong dalam membangun desa, yang kemudian bertujuan untuk sukses berasama. tiap-tiap warga telah menyadari bahwa mereka bukan pemilik lahan, namun mereka tetap berjuang untuk hidup. Yang mereka lakukan adalah terus berkarya dan bekerja untuk menciptakan inovasi-inovasi baru. Tiap-tiap dari mereka terus melakukan studi dan penelitian tentang teknologi pengolahan hasil alam. Saat ini yang sedang mereka teliti adalah membuat sirup dari buah jambu mete. Modal mereka adalah kemandirian dan kemauan untuk maju. Hal ini yang membawa mereka ke perubahan kualitas hidup.

Sedangkan dari segi ekonomi, telah terjadi perubahan pendapatan ekonomi dan mata pencaharian dari penduduk yang bekerja sebagai pengemis dan buruh kota menjadi pengusaha dan pengrajin (batik, bubut, kerajinan kepompong, kacang mete, ukir sarung keris, dll) yang memperoleh bantuan modal dari BNI. Syarat ketentuan untuk memperoleh modal usaha dari BNI sangat mudah, yakni dengan menyertakan foto copy KTP dan kartu keluarga (KK), penduduk sudah bisa memulai usahanya. Sejauh ini, belum ditemukan konflik sosial dan ekonomi yang muncul, karena masing-masing dari mereka menyadari tentang misi yang dibangun bersama yakni mengembangkan desa akan membawa perubahan terhadap kualitas hidup masyarakat secara merata.

Konsep Agroekowisata yang dibuat oleh penduduk desa Karang Tengah merupakan sebuah konsep pengembangan wilayah yang berkelanjutan. Konsep ini berbasis lingkungan yang artinya memanfaatkan potensi alam lokal untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Dengan penyediaan infrastruktur yang minim, masyarakat mampu mendayagunakan infrastruktur secara maksimal. Hal ini membuat penduduk bertahan dan  berkembang. Ulat sutera hasil perkebunan yang sudah dipintal oleh Royalsilk kemudian menghasilkan kain sutera yang banyak dikonsumsi oleh negara Jepang. Penduduk mencoba mempromosikan budaya batik Indonesia melalui media kain sutera. Yang dilakukan penduduk desa Karang tengah adalah membuat desaign batik tulis dengan pewarna alam desa Karang Tengah di atas media kain sutera. Langkah ini membawa rasa penasaran orang Jepang untuk singgah ke desa ini. Kemudian,

beberapa penduduk membuka jasa penginapan yang diberinama Home Stay sebagai rumah peristirahatan wisatawan mancanegara (wisman), seperti dari Jepang, Vietnam, Jerman dan Thailand. Suasana ramah dan khas desa mereka tawarkan untuk menjamu wisman-wisman tersebut. Sehingga menjadikan desa ini desa yang wajib dikunjungi.

Ibu-ibu di desa Karang Tengah berprofesi sebagai ibu rumah tangga. Namun, dengan adanya kegiatan mengolah hasil alam menjadi kacang mete, kerajinan batik, sarung keris dan kerajinan lainnya, maka ibu-ibu tersebut memperoleh bisa penghasilan sendiri.

Penduduk pria yang berprofesi sebagai guru, petani lahan keraton dan buruh di kota memiliki kegiatan sampingan sebagai pengrajin kayu yang diolah menjadi perabot rumah tangga.

Dengan adanya upaya mandiri warga setempat didukung dengan pembangunan infrastruktur yang memadai, maka suatu wilayah dapat berkembang dan mencapai kualitas hidup yang merata. Upaya dukungan dari stakeholder seperti pemerintah dalam hal ini Keraton Yogyakarta Hadiningrat menjadikan program Agroekowisata menjadi seperti sekarang ini. Stakeholder tersebut telah membuka akses masyarakat kepada dunia yang lebih luas.

Nikkou Ramen,,

Hummm,, siang-siang gini enaknya emang makan makanan berkuah yang kental dan pastinya porsinya banyakkkkk.. Karena, habis ini pasti bakal ketemu sama kerjaan yang bertumpuk.. Pas tanya teman sana-sini,, beberapa dari mereka kasih rekom tempat makan yang sesuai keinginan perutku.

Yuupp,, Nikkou Ramen… Dari porsi, jelas lahh ramen merupakan makanan yang tersaji dalam porsi besar dan mangkuknya pun gak kalah besar. Tapi kadang makanan berporsi besar itu cuman menang jumbo doang, dan rasanya kosong.. Tapi buat Nikkou Ramen, rasanya gak nipu..

Nikkou RamenKelezatan kuliner Jepang ini pastinya sudah disesuaikan dengan lidah orang-orang pribumi. Rasanya gurih, manis, dan sedikit asam beradu di atas lidah para konsumen.Kalo biasanya Ramen cuman tersaji dalam cita rasa berkuah, di Nikkou Ramen kita bisa mencicipi Yaki Ramen yang rasa ramen gorengnya juara banget. Nikkou Ramen

Manisnya pas, gurihnya dapet, dan porsiyaaa memuaskan.. Buat kantong mahasisiwa, warung Jepang ini sangat terjangkau. Cukup rata-rata 10.000 rupiah, perut dimanjakan dengan semangkuk ramen hangat. 

Berbagai jenis ramen, mulai dari Seafood Ramen, Curry Ramen, Chicken Ramen, Chicken Chilli Ramen, Gyu-Gyu Ramen, Buri-Buri Ramen, V-Ramen, Yaki Ramen, Spaghetti Ramen,kemudian ada juga beberapa macam sushi.

Ada Totororu Sushi, sushi yang terbuat dari rice,egg,nori, tobiko/telur ikan,vegetable dan gak ketinggalan wasabi. Tapi yang favoritku adalah surimi sushi atau sushi katsu, karena rasanya lebih pribumi.

Tapi, over all… semua menu di nikkou Ramen emang wajib dicoba..

Langsung aja ke Jalan A.M. Sangaji, tepatnya di sebelah utara Apotek Annisa, di daerah Blunyah, ada juga di Jl. Monjali, atau di Selokan Mataram.

Bee’s Galeria Mall, Jogjakarta

“A Box of Sizzling Asia”

Tempat Favorit yang menyajikan Menu “Asian Food”

Bee’s adalah sebuah Resto yang menawarkan berbagai masakan Asia yang disajikan dalam Box khas Jepang maupun hot plate dan mempunyai Teppanyaki Corner.

Marii silahkan, kakak!!!! Begitu sapaan hangat yang kita dengar dari crew resto yang terletak di Galeria Mall, Jogjakarta ini. Bee (lebah), dari asal katanya aja sudah unik dan menggemaskan. Apalagi pas liat deretan menu makanan yang ciamik di daftar menunya… Bikin menelan ludah banyak-banyak…

Bee's JogjakartaJari tanganku berhenti pada gambar makanan khas Timur tengah ini. Yakk, Beef Biryani… Selain rindu dengan makanan khas timur tengah ini, aku dan keluarga memang penggemar makanan timur tengah.. Terakhir makan masakan seperti ini, mungkin setahun lalu.

Nah, kalau teman-teman juga penggemar kuliner Timur Tengah, pasti akrab dengan cita rasa pedas khas dari kapulaga dan campuran nasi biryani dengan kacang almond atau kismis. Hemmm,, menambah sedap aromanya.. Bedanya, di Arab sana, nasi biryani disajikan dengan kambing oven atau kari kambing. Namun, agar lebih diterima sama lidah orang Indonesia, dan jugaa rendah kolesterol, maka Bee’s memadukannya dengan daging sapi berbumbu teriyaki. Cukup unik dan menyatu.

Bee's Galeria Mall, JogjakartaMasih ada deretan menu-menu lainnya dengan harga yang relatif reasonable untuk kuliner manca, yakni antara Rp. 15.000,- hingga Rp. 20.000,-. Menu-menu yang disajikan di sini antara lain (masakan korea), Tom Yang Udang (masakan Thailand), Grilled Chicken, Crispy Chicken, Grilled Beef, Beef Biryani, Chicken Biryani. Dari minumannya juga ada yang cool bar (juices, blended coffees, iced teas, fruit puch, etc.) dan hot bar (hot coffee, hot tea).

Chicken katsunya enak,ada saladnya,mi ramennya beragam,ada daging sapi asapnya juga dalam ramen. Haduh, pokoknya there’s a lot of menus that you have to try there!

Kabarnya, tangan-tangan peracik bumbu rahasia di Bee’s ini adalah seorang chef yang aslinya adalah mantan chef di sebuah hotel ternama, sayang entah knapa lalu beliau memilih berjualan sendiri. *oops,, karena ini buka infotainment, so saya nggak akan mengulas lagi dari sisi ini.

Bee’s juga menawarkan paket makan 6ribuan (sebelum pajak) yang berlaku dari hari Senin sampe Jumat. Dengan tawaran-tawaran yang memanjakan perut seperti ini, pantas saja kalau meja-kursi-sofa di resto Bee’s ini penuh pada jam-jam makan siang.

Inilah menu Bee’s Normal, Paket 8 ribu, dan Peket UlangTahun. Untuk yang paket Cinta, mohon maaf ya saya ga sempet lihat . . . ^_^

Menu Paket 8 Ribu :

  1. Chicken Tika Curry -> nasi putih/merah+ayam+kuah kare
  2. Butter Chicken -> nasi putih/merah+ayam+kuah mentega
  3. Sweat & Sour Chicken -> nasi putih/merah+ayam+kuah asem manis
  4. Tasty Jazz
  5. Octopusee
  6. Dragin Balls
  7. Butter Octopusee
  8. Fish Katsu BBQ
  9. Dragon Ball BBQ

Menu Box Normal :

  1. Gold Box
  2. Copper Box
  3. Katsu Box
  4. Mozanjok box
  5. Copper Salad
  6. Gold Salad
  7. Emerald Box
  8. Platinum Box
  9. Beef Box
  10. Chicken Box
  11. Silver Box
  12. Bulgogi Box

Menu Super Box :

  1. Subo Diamond
  2. Subo Pearl

Menu HotPan :

  1. Grilled Chicken
  2. Super Katsu
  3. Crispy Chicken

Menu Tambahan :

  1. Chicken Tandoori Rice -> nasi merah+ayam panggang pedas di taruh di atas nasi
  2. Dimsum
  3. Sup Ikan Asam Pedas
  4. Tom Yum Goong -> sup udang ala Thailand

Menu Minuman :

  1. Vanilla Fizz
  2. Alexandro
  3. Arabian Blend
  4. Mochanna

Bagi yang suka makan makanan sehat dan enak, Bee’s cocok buat Anda. Selain memang enak, ada daftar komplit konsumsi kalori untuk tiap makanan yang disajikan. Selain itu, Bee’s juga menyediakan beras merah pengganti beras putih bagi konsumen yang sedang dalam porsi diet. Salut buat Bee’s!

Bee’s Family Resto (www.facebook.com/beesfamilyresto) :

Jl. Jend. Sudirman No. 99 – 101 , Galleria mall Ground floor , Yogyakarta
Yogyakarta Kota/Gondokusuman

Bee’s Citraland Semarang

Kota yang Harmonis Kota Kigali – Rwanda (Afrika)

Kota Kigali berada di bagian tengah Negara Rwanda, kota ini merupakan pusat ekonomi, politik, budaya dan pusat transportasi sejak kemerdekaan tahun 1962. Kota ini menjadi daya tarik bagi pendatang yang berasal dari perdesaan. Tekanan penduduk pendatang telah membebani fasilitas kota sehingga membuat pemerintah kota harus mencari jalan untuk mengatasi kekurangan tersebut.

Tahun 1994, Kota Kigali menjadi tempat terjadinya pembunuhan masal penduduk Rwanda oleh milisia Hutu serta pertempuran antara tentara nasional dan pemberontak. Setelah masa pemerintahan baru terbentuk, Kota Kigali mulai memasuki tahap rekonstruksi dan pada saat yang bersamaan juga harus menyediakan pelayanan bagi penduduknya. Prioritas utama adalah mengamankan kota dan memukimkan kembali penduduk serta menengahi perselisihan yang timbul akibat penggunaan ilegal tanah dan bangunan. Oleh sebab itu, pelayanan perkotaan banyak yang terbengkalai sehingga menimbulkan tumpukan sampah, kekurangan air bersih dan fasilitas sanitasi serta jaringan jalan yang rusak dan system transportasi perkotaan yang rusak berat.

Sebagai negara yang baru keluar dari situasia perang, timbul permasalahan seperti banyaknya jumlah perempuan yang kehilangan suami serta sejumlah besar mantan prajurit tentara karena telah kesatuannya dibubarkan. Tindakan harus segera dilakukan agar mereka dapat segera menyatu dengan masyarakat luas pada umumnya. Berangkat dari masalah tersebut, pemerintah kota dibantu oleh pemerintah nasional mulai mengembalikan kehidupan perkotaan pada tahun 1998.

Sektor yang ditingkatkan meliputi:

1. Pengumpulan Sampah Untuk menangani masalah sampah , dewan kota memutuskan untuk membentuk asosiasi dengan anggota yang memiliki tugas tanggungjawab untuk mengumpulkan dan mencari cara pembuangan sampah yang ramah lingkungan. Bantuan dari para janda sangat bermanfaat untuk proyek ini. Perempuan menyapu jalan, mengumpulkan sampah yang kemudian dibawa ke pusat sampah. Sampah disortir dan yang bersifat biodegradable digunakan untuk membuat pemanas kompor. Sisanya dibuang ke TPA di pinggiran kota.

2. Pelarangan terhadap plastik Hal terbesar yang dilakukan di Kota Kigali adalah pelarangan penggunaan kantong plastik. Hal ini mengurangi jumlah salah dan membantu meningkatkan kebersihan kota. Jika beberapa tahun sebelumnya kota terbebani oleh sampah plastik, masalah tersebut telah diatasi.

3. Mempercantik jalan dan trotoar Satu hal yang mendapat dukungan warga adalah penanaman pohon di daerah permukiman dan komersial dan mudah ditemukan di kota ini. Seiring dengan hal ini, pemilik bagunan juga membuat trotoar antara bangunan dan jalan. Bagi yang tidak membuat trotoar, memilih untuk menanam pohon dan memiliki taman mini di samping rumahnya.

4. Transportasi Umum Kigali juga menghadapi masalah transportasi umum seperti kota lain pada umumnya yang berasal dari negara berkembang. Angkutan sejenis taksi yang ada, tidak memperhatikan syarat keselamatan sehingga sering menimbulkan kecelakaan dan kematian pada beberapa kasus. Yang dilakukan adalah efisiensi pengoperasian transportasi umum sehingga penumpang aman dan selamat tiba di tujuan serta para pengguna jalan lainnya. Untuk mencapai tujuan ini, masyarakat yang kooperatif dibentuk untuk memelihara transportasi umum. Sebuah asosiasi dibentuk untuk setiap bagian dan zona transportasi umum tersebut sementara pengemudi taksi motor (dikenal dengan moto) juga dibuat organisasinya berdasarkan zona untuk memudahkan operasional. Di dalam kegiatan inilah para mantan prajurit banyak yang terlibat.

5. Sistem pembuangan limbah Masalah ini merupakan masalah terbesar bagi kota pada saat mereka mencari jalan untuk membuang limbah padat yang ramah lingkungan. Sejak dulu Kigali telah mengandalkan septiktank yang kemudian dikosongkan dan dibuang ke tempat pengolahan akhir. Namun dengan adanya inisiatif baru, para pemilik bangunan didorong untuk menangani system pembuangan mereka sendiri sambil menunggu rencana induk baru yang berencana untuk membangun pusat pengolahan limbah di akhir tahun.

6. Perbaikan Pemukiman Kumuh Sasaran jangka panjang dewan kota adalah mengurangi pemukiman kumuh yang berada di dalam kota. Ada dua cara yang dilakukan yaitu membangun rumah yang baik untuk penghuni perumahan kumuh atau meningkatkan tingkat kehidupan penghuni yang tidak dipindahkan. Pemerintah kota yang tidak melakukan penggusuran, telah berhasil membangun Batsinda tempat penghuni permukiman kumuh Kiyosy dulu dipindahkan. Rumah baru terdiri dari dua kamar tidur dan memiliki jaringan listrik, dilengkapi pusat ICT serta penampungan air hujan. Sementara di tempat lain seperti Nyamirambo, perbaikan yang dilakukan adalah jaringan jalan dan pengumpulan sampah.

7. Pelarangan merokok di tempat umum Pelarangan merokok di tempat umum juga telah dilakukan di beberapa tempat dan telah membantu kebersihan kota. Beberapa bangunan, restoran memasang tanda pelarangan merokok.

8. Penghematan BBM Kendaraan Dinas Pemerintah kota juga memutuskan untuk mengurangi konsumsi BBM oleh kendaraan dinas. Hal ini merupakan pertama kali di Afrika, pemilikan kendaraan dinas dialihkan ke pribadi. Sehingga pejabat pemerintah memiliki jatah BBM yang seragam untuk kendaraan pribadi yang digunakan untuk urusan dinas. Untuk dinas luar kota, pejabat dapat menggunakan kendaraan yang berasal dari pool kendaraan bersama.

9. Mitra Utama World Bank merupakan pendukung utama untuk meningkatkan kondisi Kota Kigali. World Bank terlibat dalam pembangunan jalan, sekolah, terminal untuk kendaraan umum, dan pembangunan gedung pemerintah. World Bank juga mendukung rencana induk pengelolaan limbah yang sedang dibangun. Bank Pembangunan Afrika juga terlibat dalam pembangunan system pembuangan limbah dan pembuatan rencana induk. DED (Jerman) terlibat dalam bantuan teknis (technical assistance), setiap tahun DED menempatkan stafnya di kantor pemerintah Kota Kigali untuk terlibat dalam pembangunan kapasitas pegawai pemerintah Kota Kigali. Pemerintah pusat memberikan bantuan kepada Kota Kigali dengan memberikan dana untuk penerangan dan lampu lalu lintas melalui Dana Pembangunan Bersama (the Common development Fund) dan Dana Pemeliharaan Jalan (the Road Maintenance Fund). Di proyek Kiyoyu, pemerintah memiliki dana jaminan sosial (National Social Security Fund) untuk menyediakan dana untuk membangun perumahan baru di Batsinda. NSSF mensubsidi rumah-rumah tesebut sehingga harganya terjangkau oleh kelompok miskin yang menjadi kelompok sasaran. Lembaga UN yang terlibat antara lain UNIDO dan UNDP di bagian lingkungan hidup sementara UN Habitat bersama Lembaga Lingkungan Hidup Rwanda (the Rwanda Environmental Management Authority – REMA) telah menyelesaikan studi relokasi penghuni kumum Chahafu. EU (European Union) mendukung perbaikan proyek drainase dan pembangunan jalan bitumen di bagian kumuh Kota Kigali. Pihak swasta adalah yang melakukan pembangunan yang direncanakan oleh pemerintah kota. Selain itu juga ada NGO yang terlibat (World Vision).

Dampak

Dampak terbesar keberhasilan Kota Kigali melakukan tindakan kebersihan yang sangat jarang dilakukan di wilayah itu. Jalan dan perumahan penduduk merupakan bukti bahwa kebersihan kota sangat diupayakan dan memenuhi standar kebersihan. Pembentukan asosiasi perempuan untuk membersihkan kota juga berdampak pada kehidupan umumnya, kelompok yang semula terpinggirkan menjadi bagian dari masyarakat dan setiap pagi mereka menyapu jalan dan membuang sampah. Sebagian sampah digunakan untuk membuat bahan pemanas kompor dan sebagian lainnya digunakan untuk membuat kompos. Pemanas kompor mencegah penebangan pohon yang digunakan sebagai alternatif bahan bakar untuk memasak. Meskipun hal ini masih belum cukup tetapi pemerintah kota optimis dengan adanya proyek listrik di Danau Kivu akan menyediakan listrik bagi penduduk kota. Produk kompos mengurangi ketergantungan pada pupuk yang sebagian besar diimpor sehingga tidak dapat dijangkau oleh petani kecil. Pelarangan penggunaan plastik telah mengurangi sampah di jalan-jalan dan daerah permukiman. Industri rumah tangga banyak yang menggunakan bahan-bahan biodegradable untuk dijadikan tas belanja sehingga menciptakan lapangan pekerjaan. Namun, penghapusan plastik secara menyeluruh masih belum dapat dipenuhi karena botol plastik air dan kemasan makanan dari luar negeri masih didatangkan dengan menggunakan wadah plastik. Pemerintah kota telah membicarakan hal ini dengan investor swasta dengan bentuk kerjasama REMA untuk membangun pusat pengolahan sampah plastik yang akan menggunakan plastik yang masih ada di Kigali dan bagian lainnya. Para anggota asosiasi digaji oleh penduduk sehingga mengurangi beban pemerintah kota. Uang yang dihemat kemudian disalurkan untuk kebutuhan lainnya. Di bidang sektor transportasi, pemilik individu diminta untuk bertanggungjawab pada usaha bisnisnya masing-masing. Mereka yang berkewajiban untuk mengatur rute kendaraan menjemput dan mengantar penumpang. Mereka juga memiliki sarana untuk menampung pengaduan penumpang, dan yang melanggar peraturan akan dikenai hukuman denda. Pengawas internal dibentuk untuk membantu tugas polisi dalam mengatur lalu lintas kendaraan. Pekerjaan ini menyerap banyak mantan tentara sehingga mereka memiliki pekerjaan dan terhindar dari kriminalitas akibat menganggur.

Keberlanjutan

Keberhasilan memperbaiki Kota Kigali diperoleh karena partisipasi aktif penduduk kotanya. Dengan berpegang pada ‘tidak ada ada yang membenarkan kemiskinan berada di lingkungan yang kotor’, sejumlah besar penduduk membersihkan kota terutama pada hari-hari yang ditentukan. Pesan untuk menjaga kebersihan lingkungan juga diajarkan di sekolah sehingga generasi muda akan terus melanjutkan karena telah tertanam di alam pikirannya. Sektor swasta juga dilibatkan dengan aktif untuk mempertahankan keberlanjutan. Pelarangan merokok juga dilakukan di banyak kegiatan usaha. Prakarsa ini telah berhasil ditransfer ke kota-kota lain di Rwanda. Kigali merupakan pionir, kota-kota lain telah mengadopsi dan berdampak di seluruh Negara. Inovasi Kota Kigali adalah membersihkan kota.

Posisi Masyarakat dalam Pembangunan

Peran serta masyarakat dalam pembangunan sudah muncul sejak diberlakukannya UU 1945 dan secara konstitusional telah memiliki acuan yang jelas dan merupakan kewajiban bagi siapapun yang terlibat dalam pengelolaan sumberdaya alam di Indonesia. Namun peran serta masyarakat dalam pembangunan di era reformasi ini masih memperlihatkan kecenderungan belum berjalan dengan sempurna.

Pertanyaan yang muncul di benak saya, saat saya mulai mempelajari Perencanaan Wilayah Kota di institusi tempat saya belajar ini adalah Siapakah “masyarakat” yang terlibat dalam pembangunan?. Istilah yang sering digunakan di sini adalah stakeholder atau  pihak-pihak yang berkepentingan, baik pemerintah, masyarakat maupun pihak-pihak swasta yang merupakan partner kerja dalam realisasi program-program pembangunan. Scientifically, posisi pihak-pihak tersebut bisa dideskripsikan melalui analisa stakeholder atau kawan-kawan bisa sebut stakeholder mapping.

Berbicara mengenai stakeholder, sangat kompleks, bisa “menggurita”, alias memiliki jaringan dan kaitan yang jelas. Sehingga, kalau boleh saya bilang semua pihak dan semua orang memiliki peran dan fungsi yang penting dalam pembangunan. Semua pihak memiliki kepentingan sendiri-sendiri dan tentunya harus bisa mempertanggungjawabkan andil masing-masing. Lantas, bagaimana posisi mereka di dalamnya dan bagaimana mereka mengoptimalkan fungsi serta mejalin hubungan antar  masing-masing dalam mewujudkan pembangunan yang berkeadilan.

Apabila, jelas bahwa semua pihak memiliki andil dalam pembangunan dan memiliki peluang yang sama dalam berpartisipasi, lantas mengapa masyarakat atau negara kita masih tetap miskin.

Mengkritisi kebijakan dan Peraturan per-undang-undangan yang berlaku di negara ini memiliki tujuan yang hampir satu suara yakni “mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan menciptakan kehidupan yang layak bagi masyarakat”.  Maka, pembangunan adalah untuk, oleh dan seharusnya dari masyarakat itu sendiri. Karena pemerintah telah membuktikan statement itu ke dalam bentuk kebijaksanaan atau aturan yang legal. Selajutnya, bisa kita tengok ke belakang, bagaimana kondisi masyarakat saat ini pasca dan saat kebijakan itu di-“ketuk palu”.

-Masyarakat sebagai subjek atau masyarakat menjadi objek?-

1. Definisi Masyarakat

Pertama, seharusnya kita memahapi siapa itu “masyarakat dalam pembangunan”. Sehingga, bisa dipetakan mengenai posisi, peran, fungsi serta bagaimana kapasitasnya dalam pembangunan.

Berikut ini adalah beberapa pengertian masyarakat dari beberapa ahli sosiologi dunia yang saya kutip dari http://organisasi.org/

  1. Menurut Selo Sumardjan masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama dan menghasilkan kebudayaan.
  2. Menurut Karl Marx masyarakat adalah suatu struktur yang menderita suatu ketegangan organisasi atau perkembangan akibat adanya pertentangan antara kelompok-kelompok yang terbagi secara ekonomi.
  3. Menurut Emile Durkheim masyarakat merupakan suau kenyataan objektif pribadi-pribadi yang merupakan anggotanya.
  4. Menurut Paul B. Horton & C. Hunt masyarakat merupakan kumpulan manusia yang relatif mandiri, hidup bersama-sama dalam waktu yang cukup lama, tinggal di suatu wilayah tertentu, mempunyai kebudayaan sama serta melakukan sebagian besar kegiatan di dalam kelompok / kumpulan manusia tersebut.

Sesuai apa kata Sumardjan (di atas), apa boleh disebut bahwa pemerintah, rakyat dan swasta berada pada satu bagan alur atau kelompok disebut masyarakat, namun memiliki fungsi yang berbeda?

Sesuai pendapat Karl Marx (di atas), bisakah dikritisi bahwa masyarakat selalu menjadi objek dalam suatu sistem?

Sesuai yang Durkheim katakan (di atas), bolehkah saya berpendapat bahwa masyarakat perlu bertindak sebagai subjek atau pelaku bukan lagi hanya sebagai objek yang dikenai aturan (…walau nampak sudah sangat disadari…)?

Sesuai yang Horton dan Hunt sebutkan (di atas), perlukan disadarkan kembali bahwa pembangunan adalah dari, untuk dan oleh rakyat sebagai realisasi ke-demokrasian sebuah negara?

2. Pelibatan Masyarakat dalam Pembangunan

Saya teringat pada sebuah pernyataan kawan lama, “Jika ingin mengubah suatu sistem, maka masuklah dalam sistem tersebut!”

Itu bisa dijadikan sebuah saran, ajakan, tantangan namun bisa disebut sindiran. Tergantung dari sisi mana kesepahaman kawan-kawan. Namun, bagi saya hal itu adalah sebuah tantangan masa depan.

Negara kita adalah negara majemuk. Negara kita memiliki ras, suku, prinsip dan ideology yang berbeda-beda. Setiap orang memiliki tingkat kekritisannya masing-masing, dan hal itu bebas, tidak boleh dipaksakan, seperti yang tertuang dalam UUD tahun 1945 pasal 28, bahwa, “”.

Di sini saya ingin sedikit sharing pemikiran (…syukur kalo ada yg mau nanggepin dan ngajak diskusi…) mengenai posisi masyarakat dalam pembangunan. Peran serta masyarakat dalam pembangunan di era reformasi ini masih memperlihatkan kecenderungan belum berjalan dengan sempurna. Ada beberapa pandangan yang menilai bagaimana posisi masyarakat dalam pembangunan.

Dari beberapa pandangan tersebut ada 2 point yang menurut saya perlu dipahami dan patutnya telah lama “disadari”. Bukan hanya oleh para pakar keilmuan dan pemerintah, namun juga saudara-saudara saya yang masih mengemban amanahnya sebagai agent of change dan social control dalam fungsinya sebagai mahasiswa.

Lowongan Kerja Surabaya Credit Analyst PT. Bank Commonwealth Juli 2009

Lowongan Kerja Surabaya Credit Analyst PT. Bank Commonwealth Juli 2009

Shared via AddThis

Previous Older Entries

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.